Sunday, March 22, 2015

DUDUK PALING BELAKANG

Halo Brader~
Gue balik lagi kesini membawa sebongkah cerita sederhana. Yaa sederhana saja buat temen-temen semua yang kebetulan mampir di blog gue ini ^^ Gue mau cerita seputar hal yang akhir-akhir ini ngebuat gue tertarik buat dijadiin tulisan. That is : DUDUK PALING BELAKANG.

Entah sekali atau dua kali bahkan sering kali maupun sama sekali orang-orang didunia ini baik kebetulan maupun tidak, pernah mengalami yang namanya duduk di posisi paling belakang. Entah itu di Angkutan umum, pada masa Sekolah/Kuliah bahkan pas acara telat ke kondangan. Kalo gue pribadi sih, gue mau jadi paling belakang di hatinya aja. Maksudnya jadi yang terakhir dan selamanya gitu wkwkwk. Ehm. Itu tadi canda broh.

Jadi yang pertama, gue mau bahas duduk paling belakang pada saat naik Angkutan Umum. Buat gue yang tiap hari pulang ngantor ngabisin nafkah Bapak buat nyari ilmu (baca : sekolah) dengan berkendaraan angkot, tentu udah jadi hal biasa buat naik bis, duduk di dalem bis, berdiri di atap bis, narikin presneleng bis sambil joget india, Ya! Begitulah.

Jadi selama 3 tahun terakhir ini naik turun angkot baik bis maupun lyn, ada 1 posisi kursi penumpang yang amat sangat gue suka, yaitu jok paling belakang. Jujur aja, jok paling belakang itu favorit gue banget. Kenapa? Soalnya duduk paling belakang di bis itu penuh suka dan duka. Sukanya, kalo lo duduk di kursi paling belakang lo bisa ngamatin penumpang-penumpang di depan lo. Misalnya, ada cewe ganteng cowo cantik yang kebetulan naik bis, lo bisa namatin terus tuh rambutnya. Iya. Rambut! Lo juga bisa namatin kelakuan-kelakuan para penumpang. Kalo ada cowo cewe pacaran di bis, lo bisa namatin juga. Lumayan buat di apresiasi. Wkwk.

Menurut gue pribadi sih, banyak keuntungan yang lo dapetin pas duduk paling belakang di angkot. Pas kursi paling belakang itu sepi penumpang, lo bisa tiduran disana. Lo juga bisa kentut tanpa sepengetahuan orang. Haha. Tapi inget! Lurusnya kursi paling belakang itu biasanya pintu. Dan pintu angkot itu selalu dibuka. Dan ketika angkotnya jalan, wusssh~~~ anginnya masuk. Seger dah tuh kalo lo pas lagi ga kentut :p Inget baik-baik kawan! Jangan kentut pas bis dalam kondisi ramai penumpang. Bisa gawat.

Tetapi, disamping suka selalu ada duka. Dukanya duduk paling belakang di angkot itu juga ga kalah banyak brader. Yang pertama, lo harus siap jadi sasaran desak-desakan penumpang kalo bisnya lagi ngangkut orang se-Indonesia Raya. Pengalaman gue, gue pernah pulang badan jadi penyet gara-gara didesak orang. Tapi gue ga pernah menyerah buat duduk di kursi paling belakang lagi. Begitulah. Yang kedua, siap – siap polusi udara. Kenapa? Di kursi penumpang paling belakang itu biasanya favorit kaum adam. Pernah, gue dan sekelompok cewe lain dengan sengaja menggusur para cowo – cowo buat pergi dari kursi belakang. Kami melakukan itu bukan tanpa alasan. Kami menggusur mereka dengan alasan kuat broh : Ladies First. Whahaha! (Fiktif belaka)

Kembali ke polusi. Menurut buku yang pernah gue baca, Kaum adam itu terdiri dari pria – pria anak, remaja dan tua. Dan gue paling kesel kalo ada kaum adam remaja, tua dan bapak – bapak itu merokok sembarangan ga tau tempat!!!!! Udah tau angkot minim oksigen masih aja ditambahin asep rokok. Ugh! Gue punya pengalaman, waktu itu ada kakek – kakek naik angkot abis dari rumah sakit. Beliau naik angkot sama anaknya. Terus anaknya naik duluan. Begitu tau didalem ada yang ngerokok, si kakek jadi duduk di kursi paling belakang. Ditanya sama pak kondektur, “kenapa duduk dibelakang, kasian kakeknya abis sakit kena angin.” Anak nya jawab “ada asep rokok pak.” Lantas, pak kondektur, gue dan beberapa penumpang yang denger tadi liatin si perokok. Dan bapak yang ngerokok itu nengok ke belakang tapi kemudian balik tetep ngerokok. Ckck!

Setelah rokok bapak itu abis, gue sedikit bersyukur soalnya udara rada jernih kembali. Dan tanpa di duga, bapak itu ngeluarin satu batang rokok lagi dan dinyalain dengan seenak udelnya -_- Gue pun ga tahan geram. Akhirnya dengan diawali tarikan nafas dalam – dalam, gue samperin bapak itu, ambil rokoknya dan gue injek – injek dihadapannya. Ga cuma itu, gue pun juga omelin bapakitu dengan semena – mena. Tapi sayangnya, gue ga punya nyali buat lakuin itu semua. Jadi adegan yang gue ceritain adalah khayalan gue doang sih wkwk. Walaupun begitu, pesen gue buat para perokok, Sampah aja dibuang pada tempatnya, Kenapa ngerokok ga pada tempatnya juga? ^^

Lanjut duduk paling belakang yang kedua adalah Duduk paling belakang pada masa sekolah. Ini adalah kisah yang menarik buat gue. Soalnya gue setahun duduk di kursi paling belakang bin pojokan. Dan tiga tahun duduk dengan orang yang sama. Hai Om ^_^ Perlu diketahui, Om gue itu cewe broh~ Begitulah indahnya masa SMK. Merubah gender orang sesuka hati ^_^

Selama setahun duduk di belakang bin pojokan, gue nemuin susah seneng bareng sama Om. Yang paling gue seneng duduk paling belakang adalah : Tidur. Apalagi pas pakguru/buguru yang ngajar lagi baik hati ngasih jam kosong. Dunia berasa surga mendadak. Dan pada moment yang kaya gitu, kelas bakalan jadi ranjang dadakan. Kursi dijejer panjang, meja dijejer panjang dan penghuni kelas bobo berjamaah. Satu lagi keuntungan dari satu kelas yang berisi kaum hawa semua. Hahah!

Selain tidur, ada pula yang gue seneng duduk di belakang, yaitu bisa isengin temen – temen yang lagi konsentrasi. Wkwk. Kadang gue juga bisa namatin wajah – wajah ngantuk dan bosan temen sekelas. Sangar emang. Percayalah :) ga ada masa yang lebih indah selain masa – masa di sekolah ^_^ Seperti suka dan duka, disamping seneng juga ada sedih. Dan gue paling sedih kalau duduk dibelakang adalah congek. Iya congek! Kuping gue ini emang bentuknya sama kaya kuping – kuping pada umumnya. Tapi kualitasnya kuping gue rada buruk congek! Dan gue selalu telmi kalo udah kambuh congeknya. Dan itulah yang gue alamin selama setahun di awal sekolah. Tragis!

Sedih yang kedua adalah, jadi incaran pakguru buguru killer. Sebenernya, sekiller apapun pakguru buguru, mereka pasti ga mau jahatin kita. Mereka juga mau yang terbaik buat kita. Gue yakin, tanpa pak guru atau ibu guru killer, gue ga akan pernah ngerasain yang namanya “ngoyo” dalam hal belajar. Ketika gue males belajar, gue bakal keinget wajah guru – guru killer dan mau gamau gue pun belajar biar ga jadi incaran, walopun ga ikhlas hahaha. Tapi kelak, guru – guru yang bakal keinget terus justru guru – guru yang mengesankan macam guru killer :)

Yang ketiga dan yang terakhir adalah duduk paling belakang pas di kondangan. Kalo yang ini sih gue belum pernah ngalamin. Soalnya gue kan tipikal orang yang disiplin agak bohong dikit. Tapi menurut gue, enaknya duduk paling belakang pas acara kondangan itu, bisa pulang cepet. Tapi gaenaknya kebagian jatah konsumsi belakangan :D wkwkwk. And this is the last of my story. Thanks udah baca yaa~~~

Lebih berterimakasih lagi bila disertai kritik danjuga saranya ^_^
Read MoreDUDUK PALING BELAKANG

Mimpi Si Kucing

Seorang ibu, bergegas menuju kamar anaknya untuk menidurkan sang anak. Setiap malam ibu tersebut memberikan dongeng untuk sang anak agar anakya tertidur. Ketika sampai di kamar sang anak, ibu itu berbaring disamping anaknya. Sang anak berkata : ibu, aku ingin cerita tentang kucing.
Ibunya menjawab : kucing?
Si Anak menjawab : iya bu, kucing. Aku ingin mendengar cerita tentang kucing.
Ibunya menjawab sambil memikirkan sebuah cerita : baiklah, dengarkan baik- baik ya ^_^
Si anak menjawab dengan antusias : iya buu ^_^

Ibu nya mulai bercerita "Dahulu kala, disebuah rumah yg sederhana, hiduplah keluarga yg rukun. Keluarga itu terdiri dari Ayah, Ibu dan 2 orang anak perempuan. Mereka memelihara seekor kucing. Kucing itu dirawatnya baik-baik oleh si ibu, diberi makan, diberi minum, disediakan pasir khusus untuk toilet kucing, dan anak-anak mereka suka bermain dengan kucing itu.

Suatu ketika, saat anak-anak mereka bermain dengan kucing itu, sang kucing merasa bosan, bulu tubuhnya yg selalu di elusin, ekornya yg slalu dibuat bermain, kepalanya yg slalu ditepokin, kucing itu merasa kesal. Sang kucing pun berinisiatif untuk meninggalkan keluarga itu. Dan malam harinya, kucing itu benar-benar pergi.

Dia berkelana mencari keluarga baru yg mau memberinya makan. Dia mencoba memasuki satu rumah, akan tetapi dia justru diusir. Dia dibuang jauh dari desa itu. Sampai pagi hari tiba, dia merasa lapar dan menginginkan makanan. Namun dia sudah terlanjur dibuang jauh dan tidak bisa kembali. Dia berjalan menyusuri jalanan berharap ada yg memberinya makanan.

Dia melihat ada rumah sederhana yg terbuka, dia masuk pelan-pelan berharap sang keluarga di rumah itu memberinya sedikit makanan. Benar saja, si ibu dari keluarga itu memberinya makan. Tapi makanannya tak seenak keluarga yg dulu ia tinggali. Di keluarga itu dia diberi nasi dan ikan. Di keluarga ini dia hanya diberi nasi saja. Jelas dia tidak mau memakannya.

Dia tinggalkan makanan itu dan mendekat ke ibu baru. Dia berharap si ibu baru itu memberinya sedikit ikan. Karena si ibu itu merasa risih, akhirnya sang ibu baru membuang kucing itu. Si ibu baru membuangnya ke hutan. Sang kucing benar – benar tersesat kali ini. Dia tidak bisa kembali lagi. Dia merindukan keluarga lamanya yg menerima dan merawatnya. Dia rindu anak-anak yg bermain dengannya. Dia menginginkan semua itu kembali kepadanya. Sang kucing gelisah, sementara hari sudah mulai gelap.

Dia hanya duduk diam menahan lapar dan haus. Menahan dingin. Tak lama kemudian dia melihat cahaya. Ada seorang kakek tua mendekat kepadanya sembari membawa senter.
Kakek melihat kucing itu dan bertanya : hai kucing, apa yg kau lakukan disini?
Si kucing menjawab : aku telah dibuang oleh majikan baru ku, aku menyesal.
Kakek bertanya lagi : mengapakah engkau menyesal?
Si kucing bercerita : jika saja aku tidak pergi kala itu, jika saja aku menikmati hidup dengan majikan lama ku, jikasaja aku menerima mereka seperti mereka menerimaku. Ini semua salahku kek. Si kucing menangis.

Lalu Kakek duduk di dekat kucing dan berkata : apakah engkau tau disini berbahaya?
Kucing menjawab : iya kek, disini akan ada harimau yg memangsaku. Tapi untukku sekarang, lebih baik aku dimangsa harimau, daripada aku mati kelaparan disini.
Si kakek berkata : ckck, apakah engkau sudah menyerah dengan kerasnya kehidupan mu? Betapa mudahnya kamu putus asa. Sudah, ikut aku, aku akan memberimu makan dan minum.

Sang kucing merasa ada sepercik cahaya dalam hidupnya layaknya cahaya senter sang kakek. Tak henti – hentinya sang kucing berterimakasih kepada kakek, dia pun mengikuti kakek dengan antusias. Saat sampai di gubuk kakek, kucing itu melihat hanya ada 1 obor kecil untuk menerangi satu ruangan. Kucing itu melihat tak ada tivi, tak ada meja, kursi dan almari, dia hanya melihat 1 tikar panjang untuk kakek tidur.

Lalu kakek datang dan membawa nasi bercampur ikan. Kucing bertanya : kakek, darimana kau dapat ikan ini?
Sang kakek menjawab : Aku mencarinya di sungai, makanlah, aku masih mempunyai ikan yg sangat banyak.
Sambil makan sang kucing bertanya : kakek, berapa lama kau hidup seperti ini? Engkau tidak bosan? Engkau tidak membutuhkan penerangan? Apa engkau tidak mempunyai istri dan anak? Apakah pekerjaan engkau?
Sang kakek tersenyum sambil menjawab dengan satu kata : Bersyukur. Itulah jawaban yg tepat dari semua pertanyaan-pertanyaanmu.

Si kucing itu nampak bingung, lalu kakek mengambilkan air untuk diminum sang kucing. Belum sampai diletakkannya, wadah air minum itu jatuh dan airnya mengguyur sang kucing. Dan saat itulah kucing itu terbangun. Ternyata dia hanya bermimpi. Dia melihat anak-anak keluarga lama mereka yg menciprati dirinya dengan air. Mereka membangun kan sang kucing untuk mengajaknya bermain.

Kucing itu tersentuh dengan mimpinya. Sejak saat itu, dia lebih menikmati apa saja tentang keluarga yg merawatnya dengan kasih sayang. Dia tidak merasa jengkel lagi ketika anak-anak perempuan itu bermain dengan ekor maupun kepalanya. Dia bersyukur karena dia masih bisa hidup ditengah-tengah orang yang menyayanginya.” :)
Read MoreMimpi Si Kucing

INSETANIA

Halohahh~~~
Gue balik lagi dengan ceri horror kali ini brader. Iya serem. Setan-setan gitu. Bagi yang penakut sekaligus parnoan mohon jangan dibaca sampai akhir atau anda akan seperti kakak tetangga saya. Dia ketakutan hingga joget goyang dumang ditengah malam hari gelap gulita. Yap seperti itulah efek buruk jika anda memaksakan untuk membaca tulisan ini.

Oke, for awal, kejadian ini bermula ketika kemarin gue insomnia. Iya gara-gara sehari sebelumnya gue udah tidur selama 14 jam. Keren kan? B) dan gue insomnia sampe jam 11.00 wib kira-kira sodara. Gue udah mainan hape, mainan game, mainan boneka, sampe mainan jenggot orang-yang dua terakhir itu bohong teman tetapi mata gue ga mau terpejam.

Lalu gue memutuskan untuk diem. Tarik selimut dan siap-siap untuk memeluk-guling. Tiba-tiba terdengar didepan rumah, suara orang berantem samar-samar sih. Suara cowo dan cewe. Sesaat kemudian si cewe menangis. Nah pas nangis ini kedengeren kenceng bro. Soalnya gue langsung duduk serta pasang tampang blo’on dan lepasin hedset yang ga berbunyi apa-apa. Iya gue kehabisan akal buat ngatasin insomnia ini. Jadi iseng aja pasang hedset ditelinga tanpa nyalain musik. Gitu.

Setelah kejadian itu berenti, gue inget gue punya hape. Gue main hape terus pasang Private Message di BBM. Gini : “eh, ada yg denger suara cewe nangis didepan rumah ga? Waah~ jadi agak parno ya teman-teman ^__^” Abis nulis pm itu, gue liat pemberitauan, dan liat pm Mbk Ay yang paling atas. Jadi mbak Ay itu tetangga depan rumah agak ke tenggara dikit. Dan, mbak Ay ini orangnya parnoan. Seperti itulah.

Baru aku buka obrolan mau tanya perihal suara tadi, eh dia udh nge dumel tentang pm gue. Wkwk. Seperti inilah kira-kira obrolan kita berlangsung :
Gue : mbk Ay, denger suara cewe nangis depan rumah ga?
Mbk Ay : May, pm mu lho, buat aku dikit parno aja, kampret. ENGGAK!! AKU GA DENGER YOOL, JGN BUAT AKU TAKUT YOL :’(
(YOL = MAYOL gelar terbaik yang diberikan khusus kepada gue dari kakak gue tercinta dan para tetangga!!)

Belum sempet gue balesin mbk Ay udh bikin pm balesan dg DP screenshot obrolan kita. Beginilah PM nya : “anak ini buat aku pasang muka datar aja. Langsung pasang Hedset play musik kenceng-kenceng + berlindung dibawah selimut”. Entah gimana, spontan mulut gue membuka dan gue tertawa gembira ria. Jujur, gue ga niat bikin Mb Ay takut broh, tp emang itu kayanya yg gue denger. Dan gue makin ketawa gara – gara liat history Pmnya mb Ay. Disitu penuh daftar lagu – lagu yang abis diputar wkwk. Lalu setelah aman, gue pun balesin chat Mb Ay.
Gue : mbak Ay, aku tadi beneran denger suaranya looo :-(
Merasa ga ada balesan, gue pun chat lagi.
Gue : masa aku tadi berimajinasi doang mb Ay? Tapi kok sangar!! 2 dimensi gitu imajinasi ku mb Ay B-)

Lamaaaaaa... mb Ay ga bales-bales chat gue sampe mata gue udah keriputan.
Sekalinya bales chat gue, gue dikirimin screenshot chat dia sama temennya. Dan serius aja, gue ngakak. Bisa-bisanya mb Ay ngajakin setan goyang dangdut sama temennya. Hahah! Jadilah malem itu gue ngebanyol ngalor ngidul sm mb Ay. Gue chattingan sm mb Ay sampe gue ngantuk – ngantuk sambil ngakak. Menurut penafsiran gue, orang ngakak itu biasanya matanya sipit mulutnya kebuka. Orang ngantuk matanya merem. Jadi kalo ngakak dan ngantuk jadi satu : pertama sipit mulut kebuka kemudian merem mulut tetep kebuka. Gitu.

Ok! Balik lagi ke mb Ay. Endingnya gue jadi ketiduran berkat mb Ay. Setelah gue mondar mandir bingung nyari cara biar tidur, ternyata obat insomnia gue sangat simpel : nakutin orang. Wahaha! Tapi gue ga bermaksud nakutin broh. Gue cuma lagi pas aja situasinya wkwk. But, gue mau ngucapin Thanks to mb Ay, berkat mb Ay gue jadi bisa tidur :D

And, this is the end of my story. Thanks udah pada baca yaaa~~~
Lebih Thanks lagi kalau berkenan memberi kritik beserta saran untuk kemajuan postingan saya ^_^ see u ^^
Read MoreINSETANIA

Saturday, March 21, 2015

Kejadian~

Halohahhh~~~~~~
Gue dateng lagi mau share pengalaman naas yang gue alamin baru-baru ini. Bisa dibilang kejadian ngeselin yang disebabkan oleh kurusnya badan gue, serta karena pak kondektur yang kampret -_- Okey. For awalnya, kejadian ini bermula ketika gue pulang sekolah. Biasa kan, gue pulang pergi ngantor slalu naek mopri kesayangan gue. Dan pas kelas tiga ini, tiap pulang sekolah gue nebeng si putmin dulu nyampe halte. Baru deh naek mopri kece badai~ Thanks for tebengan putmin ^^

Dan setelah gue nyampe di halte waktu itu, gue duduk dipojokan, sambil meluk tas yang lebih mirip kaya karung goni berisi batubara. Jelas keliatan kontras banget sm badan gue yang kurus kering kecil dan mirip tengkorak jalan. Sebenernya isi tas gue itu kalo dipikir-pikir ga banyak si. Isinya cuman laptop beserta cas, tempat bekal makan 5 kotak dan udah. Buku gue? Buku gue si biasanya gue makan, terus ntar nyampe rumah gue keluarin lagi dalam bentuk *tiitt*. Gitu.

Di halte ini, sebenernya ada kegiatan laen yang gue lakukan selain meluk karung goni ini. Yaitu : Liatin orang pacaran bedua dipojokan yang satunya. Iya, liatin doang. Keren kan?
Entah apa yang mereka bicarain, sicewe ngomong tiada henti sambil ketawa-tawa, dan si cowo cuman manggut-manggut sambil senyum liatin sederetan gigi-giginya ke arah pengendara yang sedang lalu lalang. Disaat yang kaya gini sih, biasanya gue berdo’a kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar supaya goni gue tiba-tiba terbang dan duduk ditengah-tengah diantara mereka berdua. Wahahaha!! *senyum sinis*

Khayalan gue terbuyarkan oleh kedatangan mopri paling kece se-jagat raya. Iya mopri! Gue pun bergegas naik lewat pintu belakang mopri. Dan ternyata, sicewe yang sedari tadi gue pandangin juga naik mopri sama kaya gue, lewat pintu belakang juga. Di pintu itu, terdapat 3 anak tangga. Dimana tangga yang kedua dibentuk miring dan panjangnya cuman separo pintu. Dan di anak tangga kedua itu BERDIRILAH SEORANG KONDEKTUR KAMPRET!! -_- kenapa?

Pada saat itu, gue naik duluan ketimbang cewe yang dari tadi pacaran. Naik ke anak tangga yang satu, Aman!! Gara-gara anak tangga yang kedua dipenuhin sama pak kondektur, walasil gue disuruh langsung loncat ke anak tangga ke tiga!!!! Do u know? -_- Badan sekurus gini bawa tas segede goni yang gue taro didepan badan disuruh langsung naik ke anak tangga ketiga, GA KUAT!!

Percobaan pertama gue, kaki kiri gue naikin duluan. Sekuat tenaga gue mencoba naik, DAGGG!!! Betis depan kaki kanan gue kena ujung anak tangga ;( dan gue gagal naik! Udah sakit, gagal pula. Sakitnya sih ga seberapa, malunya itu, disini bro L *tunjuk pantat* ;( Mana dikursi belakang waktu itu ada cowo berbadan kekar yang liat runtutan kejadian perkara secara langsung. Hiks ;(

Setelah kejadian itu, gue yang masi di anak tangga pertama, dibantuin naik oleh pak kondektur dan si cewe itu. Dimana pak kondektur bantuin ngangkat goni gue yang masih nyantol di lengan, dan si cewe itu bantuin dorongin punggung gue dari belakang. JADILAH gue kaya paus terdampar tak ada daya tak ada kuasa serta tak ada tenaga. Yang paling ngeselin adalah ketika mata sang cowo tadi liatin guedengan tatapan aneh ;(

Okey, setelah kejadian kampret diatas, ujung-ujungnya gue duduk di kursi paling belakang bersama cowo berbadan kekar-yang masih liatin gue. Dan selama perjalanan pulang, gue cuman duduk-bernafas-berkedip-meluk goni-nahan sakit dibetis-nahan malu-udah. Kaga bergerak? Kaga!! Pasalnya, gue takut kalo gue bergerak ntr goni gue rewel. Apa hubungannya? Gue juga gatau. Entahlah.

Jadi selama perjalanan tadi, mopri tadi gue perkirakan jalan dengan kecepatan 10km/jam. Bayangin aja jarak rumah gue kisaran 14 km, dan gue harus duduk termenung nahan malu dan nahan sakit serta ngantuk dengan kecepatan mopri kek jalannya onta -_- Rasanya gue pengen gantiin pak sopir, injak gas secara brutal sambil ngupil sambil joget dangdut sambil makan sambil tiduran dan sambil ngapa-ngapain termasuk sambil berak dengan mulia.

Lamunan gue terbuyarkan setelah liat gang rumah gue. Dan ternyata moprinya ga berenti. Dan ternyata gue sadar setelah moprinya jalan jauh melewati gang rumah. Dan ternyata pada akhirnya gue harus jalan kaki sambil bawa goni pulang kerumah. Gitu. Iya gitu!! Lengkap sudah kesialan gue dihari itu. Dengan penuh perjuangan gue pulang sambil jalan terseok – seok, tertatih-tatih hingga terngesot-ngesot di aspal jalan raya #fiktifbelaka!!

That is the end of my story. Thankyu broh udah pada baca ^_^ see u~
Read MoreKejadian~